IKM Ini Pembuat ‘Jantung’ Mesin Mobil Toyota – MobilKota.com

Posted on

MobilKota.com – Untuk membuat kereta, PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia atau TMMIN melibatkan industri kecil atau menengah. Tujuannya adalah untuk membantu menghasilkan komponen atau suku cadang. Salah satunya adalah jantung di mesin, piston piston.

Nah, IKM baru saja melewati proses seleksi TMMIN yaitu Koperasi Batur Jaya (KBJ) Ceper. Koperasi memperluas, memproduksi dan mentransmisikan lengan silinder yang digunakan untuk produksi cincin piston oleh pemasok lokal pertama TMMIN, PT TPR Indonesia.

200 lengan silinder per bulan dari pengeluaran KBJ akan dipasok ke TPR Indonesia. Lengan silinder kemudian digunakan sebagai alat untuk memproduksi cincin piston untuk TMMIN.

Presiden Direktur TMMIN, Warih Andang Tjahjono mengatakan percepatan KBJ Ceper untuk menjadi pemasok industri otomotif berstandar global bukanlah perjalanan yang mudah.

Sejumlah tes telah disetujui untuk memenuhi kebutuhan dan kualitas standar Toyota. Diperingatkan untuk melanjutkan pelatihan dan bantuan dengan cara yang benar, mengatur ulang dengan standardisasi dan bantuan Toyota dengan mesin produksi.

Ini membawa KBJ Ceper untuk memenuhi persyaratan tinggi dalam hal kualitas, produktivitas, teknologi, dan keberlanjutan pasokan. "Proses dan kerja keras yang konsisten ini menunjukkan semangat UKM otomotif di Indonesia," katanya dalam sebuah pernyataan pada hari Sabtu, 23 Maret 2019.

Selain berfokus pada bantuan koperasi, TMMIN menyumbangkan lima mesin produksi dalam bentuk spektrometer , pembuatan dan pencetakan inti, ke KBJ Ceper. Pabrikan mobil Toyota di negara ini telah memandu KBJ Ceper sejak 2016.

Fokus konstruksi mencakup tiga hal, yaitu memperkuat fondasi struktur industri, mengembangkan sumber daya manusia dengan fitur-fitur industri, dan kontrol kualitas atau pengawasan.

Ketiga fokus ini adalah dalam bentuk pemahaman sains dan budaya industri, termasuk kemampuan manufaktur dasar, disiplin, keselamatan proses kerja, basis produksi, dan kontrol kualitas yang ketat dari semua produk.

Jadi tiga tahun kemudian tepat pada awal Januari 2019, produk koperasi dari industri kecil dan menengah telah memenuhi standar kualitas dan mulai masuk sebagai rantai pasokan Toyota. (ren)